logo
Profil Sekolah

Profil Sekolah

Tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar dan menjadi pilihan terbaik masyarakat, merupakan tujuan warga sekolah SMK Jakarta Pusat 1. Sejarah pengabdian SMK Pusat 1 yang tidak dapat dilepaskan dari berdirinya Yayasan Kagumi Jakarta pada tanggal 10 Nopember 1975 oleh keluarga arisan Kagumi, dan sebagai Kepala SMEA Negeri 8 merangkap staf kantor Pembinaan Pendidikan Ekonomi (Kabin Pendidikan Ekonomi DKI Jakarta).

Pendirinya terdiri : R Moechtar (alm), Drs. M. Sukandy (alm), Ibu Wastuti (alm), Hamid Togubu (alm), Sas Agus (alm), Baskoni Wahab (alm), Drs. Sumargi, Oscar Sianturi (pindah ke LA, USA), Noor AG, BA dan Drs. H. S. Sigit Poernomo (penasehat sekarang).
Sejarah pendirian SMK Jakarta Pusat 1, didirikan pada bulan Mei 1979 dengan nama SMEA Jakarta Pusat oleh Drs. S. Sigit Poernomo dan Istri, menggunakan eks bangunan SMEP Negeri 1/SMEA Negeri 8, Jalan Abdul Muis No. 44 Jakarta Pusat.

Untuk mengelola SMEA Jakarta Pusat ditunjuk Bapak Drs. H. Anwar Husni bertugas selama 3 tahun (guru SMEAN 23 Jakarta), dibantu oleh guru-guru SMEP Negeri dan Guru-guru SMEAN 8, kemudian beliau diangkat menjadi kepala SMEA Negeri. Kedudukan Kepala SMEA Jakarta Pusat 1 diisi oleh Bapak Drs. Zulkifli Husin sampai diangkat menjadi kepala SMEA Negeri, kemudian dilanjutkan oleh Ibu Dra. Kustiyah Aziz, sampai pensiun bulan Desember 1995, yang selanjutnya diganti oleh Bapak Purwantoko, BA sampai tahun 2005. dari tahun 2005 sampai dengan sekarang dijabat oleh Bapak H. Lilik Bintoro, SH, MM.

Awal dari proses berdirinya gedung SMK Jakarta Pusat 1 yang beralamat di jalan Abdul Muis No. 44 Jakarta Pusat semula rumah tinggal orang asing yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda. Konon kabarnya (tidak ada bukti-bukti otentik) gedung tersebut kemudian dimiliki oleh seorang berwarga negara Inggris. kemudian disewa oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk menyelenggarakan Kursus Dagang Pertama (KDP), yang kemudian berubah status menjadi Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri 1 sampai tahun 1975 yang kemudian dialihkan fungsinya menjadi SMP dan lokasinya dipindahkan di Cempaka Baru. Tahun 1967 di gedung ini didirikan SMEA Negeri 8 Jakarta, yang kemudian pada tahun 1974 dipindahkan lokasinya di Kramat Jaya.

Setelah kedua sekolah (SMEPN 1 dan SMEAN 8) pindah, gedung tersebut dipinjamkan kepada SMEA Budi Luhur sampai tahun 1976, dan pada tahun tersebut lahir SMEA Jakarta Pusat 1 atas prakarsa Drs. H. S. Sigit Poernomo.

Di dalam komplek gedung Abdul Muis No. 44 ada beberapa warga dan rumah-rumah yang dihuni oleh kepala sekolah, guru dan karyawan SMEP dan SMEA yang kemudian sebagian besar dari mereka mengambil perumahan di Perumnas di Depok 1.

Setelah digunakan oleh SMEA Jakarta Pusat 1 dengan usaha yang gigih, maka Pemda DKI (Dinas Perumahan) mengeluarkan SIP (Surat Izin Perumahan) a.n Drs. H. S. Sigit Poernomo (untuk rumah tinggal) dan a.n Drs. H.S. Sigit Poernomo untuk SMEA Jakarta Pusat 1. Izin tersebut diperpanjang/diperbaharui setiap 4 tahun sekali.